Teknik Pembibitan Benih Pohon

   


     Untuk saat ini produktifitas pepohonan alam sudah menurun seiring dengan berkembangnya exploitasi pohon secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan kayu untuk masyarakat.  Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka pembangunan hutan pepohonan sebagaai penghasil kayu baik untuk industri, pertukangan, kayu energi dan lain-lain harus ditingkaatkan baik dengan penambahan  tanaman pohon  maupun penggunaan materi tanaman unggul hasil pemuliaan. Dengan menggunakan materi tanaman pohon yang unggul melalui kegiatan pembibitan yang baik akan dapat meningkatkan produtivitasnya dan mutu tegakan yang dihasilkan.

    Perbanyakan tanaman merupakan serangkaian kegiatan yang diperlukan untuk penyediaan materi tanaman baik untuk kegiatan penelitian maupun program penanaman secara luas. Penyediaan bibit yang memiliki karakter unggul secara morfologi, fisiologis dan genetic akan sangat membantu keberhasilan tanaman di lapangan.

    Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif. Perbanyakan tanaman baik secara generatif maupun vegetatif dilakukan untuk penyediaan materi untuk kegiatan penanaman baik dalam rangka penelitian maupun penanaman secara komersial.

1. Teknik Penanaman Secara Generatif

    Pembibitan ini di lakukan dengan cara menggunakan benih yang hasrus disemaikan terlebih dahulu pada media tabur yang telah disterilisasi, kemudian setelah berkecambah disapih ke media pertumbuhan. Media tabur yang biasa digunakan adalah pasir sungai sedangkan media pertumbuhan berupa campuran tanah dan kompos.

    Benih yang digunakan harus berasal dari sumber benih yang jelas asal-usulnya sehingga dapat diketahui kualitas genetiknya. Beberapa tingkatan sumber benih yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Tegakan benih teridentifikasi tegakan alam atau tanaman dengan kualitas rata-rata yang digunakan untuk menghasilkan benih dan lokasinya dapat teridentifikasi dengan tepat
  2. Tegakan benih terseleksi tegakan alam atau tanaman, dengan penotipa pohon untuk karakter penting sperti batang lurus, tidak cacat dan percabangan ringan diatas rata-rata
  3. Areal produksi benih memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan tegakan benih teridentifikasi maupun teseleksi. Penjarangan untuk membuang pohon yang jelek dilakukan untuk meningkatkan produksi benih.
  4. Tegakan benih provenansi tegakan yang dibangun dari benih yang berasal dari provensi yang sama yang telah teruji dan diketahui keunggulannya.
  5. Kebun benih semai dibangun dengan bahan generatif (benih) yang berasal dari pohon induk terpilih. Didalamnya dilakukan seleksi pohon plus.
  6. Kebun benih klon dibangun dengan bahan tanaman hasil perbanyakan vegetatif dari pohon plus di kebun benih atau hasil uji klon.
  7. Kebun pangkas pertanaman yang dibangun untuk menghasilkan bahan stek untuk produksi bibit.

    untuk mempercepat proses perkecmbahan benih. Skarifikasi benih dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti pemecahan/pengikiran kulit biji, perendaman dalam air panas dan dingin, perendaman dalam larutan asam sulfat. Tahapan selanjutnya sebagai berikut:

  1. Penaburan benih dengan menggunakan menggunakan media pasir
  2. penyapihan semai ke media tumbuh umumnya berupa campuran tanah + pasir dan kompos (3 : 2 : 1)
  3. pemeliharaan dan pengamatan bibit sampai siap tanam.
2. Teknik pembibitan Secara Vegetatif

Beberapa keuntungan penggunaan teknik pembibitan secara vegetatif antara lain:

A. Teknik Mencangkok

    Bahan dan peralatan yang digunakan antara lain media cangkok (moss cangkok, top soil dan kompos), bahan pembungkus cangkok dari polibag hitam, tali rafia, zat pengatur tumbuh akar, insektisida, pita label, spidol permanent, pisau cangkok, parang, gergaji tangan dan alat tulis.

Pembuatan cangkokan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :

  1. Penyiapan media cangkok terdiri atas campuran antara moss cangkok, top soil dan kompos. Sebelum digunakan media disiram dengan air sampai cukup kelembabanya. Selain itu ditaburi dengan insektisida secukupnya supaya media tidak dijadikan sarang semut dan membunuh hama uret.
  2. Pemilihan cabang yang sehat dengan diameter rata-rata 2-5 cm. Cabang dikerat sepanjang 5 cm dengan menggunakan pisau cangkok, kulit cabang dikelupas dan bagian kambiumnya dibersihkan dengan cara dikerik dan dibiarkan beberapa menit. Posisi keratan kulit sekitar 30 cm dari pangkal cabang. Setelah itu bagian sayatan diolesi dengan larutan ZPT untuk memacu pertumbuhan akar.
  3. Menutup luka sayatan pada cabang dengan campuran media, kemudian ditutup dengan polibag hitam dan diikat dengan tali rafia sampai media cangkok stabil. Bagian pembungkus cangkok diberi lubang memudahkan masuknya air atau keluarnya akar.
  4. Memberi label yang berisi tanggal pencangkokan, perlakuan dan pelaksana
b. Teknik Stek Cabang

    Penerapan teknik stek cabang dilakukan dengan cara menanam bagian cabang tanaman pada media pertumbuhan (pasir, campuran top soil + kompos) pada bedengan yang ditutup sungkup plastik. Kemampuan jenis tanaman untuk diperbanyak dengan cara stek cabang berbeda-beda. Teknik pembuatan stek cabang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Pengambilan cabang dari pohon induk yang telah dipilih. Ukuran cabang yang baik untuk bahan stek biasanya 2 – 5 cm. posisi cabang yang dapat digunakan adalah posisi bagian bawah tajuk karena selain memudahkan dalam mengambilnya juga umumnya memiliki kemampuan berakar lebih baik.
  2. Pengepakan cabang akan mempengaruhi tingkat keberhasilannya terutama apabila pengambilan cabang dilakukan ditempat lain yanag jauh sehingga akan memerlukan waktu yang relatif lama. Cara yang dapat digunakan adalah dengan membungkus cabang dengan karung goni basah atau kulit batang pisang.
  3. Pemotongan cabang menjadi bahan stek sebaiknya minimal terdiri atas 2 ruas. Setelah dipotong-potong kemudian bagian pangkal cabang direndam pada larutan ZPT akar seperti IBA.
  4. Penanaman stek dilakukan pada media pasir atau campuran top soil + kompos pada bedengan yang ditutup sungkup plastik untuk memelihara kelembaban udara sampai 90%. Pemeliharaan rutin yang dilakukan adalah penyiraman, penyemprotan fungisida dan pembersihan rumput disekitar bedengan. Biasanya bibit stek cabang sudah dapat disapih setelah 2-3 bulan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ciri-ciri Hutan Rawa Beserta jenisnya

5 Ciri-ciri Hutan Mangrove

5 Teknologi Kuno Yang Masih Membuat Ilmuan Heran