CONTOH LAPORAN PRAKTIKUM PINDAH PANAS
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan pada ALLAH SWT atas rahmatnya yang berlimpah dalam penyusunan laporan ini. laporan ini merupakan syarat wajib dalam menyelesaikan mata kuliah PINDAH PANAS, saya sadar dalam peyusunan laporan ini masih banyak terjadi kesalahan, untuk itu saya memohon kritik dan saran agar kedepannya saya bisa menyelesaikan laporan dengan baik.Terima kasih kepada coass dan dosen yang telah membimbing saya untuk menyelesaikan laporan ini.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Untuk mendeteksi pengaruh kalor terhadap benda-benda yang dapat menghantar panas (kalor) kami melakukan praktikum tentang kalor, perpindahan kalor, wujud zat, dan perubahan kimia serta fisika. Panas (kalor) adalah suatu bentuk energi yang dipindahkan melalui perbedaan suhu. Panas berpindah dari benda bersuhu tinggi kebenda bersuhu rendah.
Suhu adalah ukuran dari panas suatu zat. Semakin panas suatu zat maka suhunya akan tinggi. Sedangkan semakin dingin suhunya maka suhunya akan rendah. Perpindahan kalor ada 3 yaitu, koduksi, konveksi, dan radiasi. Pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat yaitu perubahan termodinamika dari satu fase benda ke keadaan wujud zat lain. Perubahan wujud zat benda sendiri digolongkan menjadi 3 jenis yaitu padat, gas dan cair.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kadang kita tidak bisa membedakan bagaimana ciri-ciri dari perubahan kimia dan perubahan fisika. Kita menganggap bahwa semuanya adalah sama saja, padahal sebenarnya sangat berbeda.
1.2 Tujuan
1. Menentukan pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda
2. Menemukan pengaruh massa benda terhadap perubahan suhu jika suatu zat mendapatkan kalor.
TINJAUAN PUSTAKA
1.1 Pengertian Kalor
Kalor merupakan salah satu bentuk energi maka satuan kalor pun sama dengan satuan energi, yaitu joule atau kalori. Kalor dapat menaikkan suhu suatu zat dan dapat mengubah wujud zat. Benda yang mendapat kalor suhunya naik, sedang yang melepas kalor suhunya turun. Kalor yang digunakan untuk mengubah wujud zat dinamakan kalor laten dan kalor uap. Kalor laten itu adalah banyaknya kalor yang diperlukan dan dilepaskan oleh 1 kg atau 1 g zat agar dapat mengubah wujudnya sedangkan kalor uap yaitu banyaknya kalor per satuan massa yang diberikan pada zat di titik didihnya agar wujud zat cair berubah menjadi wujud gas seluruhnya pada titik didih tersebut.
· Titik uap adalah kalor yang diperlukan oleh satuan massa zat cair untuk menguap pada titik didhnya.
· Titik didih adalah suhu zat ketika mendidih. Titik didih air adalah 1000C.
· Titik lebur adalah suhu pada waktu suatu zat melebur. Titik lebur es adalah 00C.
· Titik beku adalah suhu pada waktu suatu zat membeku. Titik beku air adalah 1000 C atau 800 R atau 2120F. (munandar 2004)
Kalor embun adalah kalor yang diperlukan oleh satu satuan massa gas untuk mengembun pada titik embunnya. Titik embun adalah suhu zat ketika mengembun. Menguap dan melebur adalah peristiwa perubahan wujud yang membutuhkan kalor. Kalor lebur adalah kalor yang diperlukan oleh satu satuan massa zat padat untuk mencair (melebur) pada titik leburnya. Kalor beku adalah kalor yang diperlukan oleh satu satuan massa zat cair untuk membeku pada titik bekunya. Kalor adalah energi panas zat yang dapat berpindah dari suhu tinggi ke suhu yang rendah ketika kedua benda bersentuhan. Sedangkan Suhu adalah derajat atau tingkat panas suatu benda. Besar kecilnya kalor yang dibutuhkan suatu benda (zat) bergantung pada 3 faktor yaitu:
· Massa zat
· Jenis zat (kalor jenis)
· Perubahan suhu
Kalor merupakan suatu kuantitas atau jumlah panas baik yang diserap maupun dilepaskan oleh suatu benda. Jika suatu benda menerima/melepaskan kalor maka suhu benda itu akan naik/turun atau wujud benda berubah. Kalor menyatakan bentuk energi yang pindah karena adanya perbedaan suhu.(widagdo, 2000)
Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau melepaskan suhu 1 kilogram massa suatu zat sebesar 10C atau 1 Kelvin. Kapasitas kalor suatu benda adalah benyaknya kalor yang diperlukan zat untuk menaikkan suhu sebesar 10C atau 1 K atau kemampuan suatu benda untuk menerima atau melepas kalor untuk menaikkan atau menurunkan suhu benda sebesar 10C atau 1 K.Pengaruh kalor terhadap suhu zat, jika suatu zat menyerap kalor , maka suhu akan naik dan jika suatu suhu zat melepas kalor, maka suhu akan turun. Asas Black yang berbunyi “kalor yang diterima oleh suatu zat sama dengan kalor yang dilepas oleh suatu zat”. (Hasnaini,2000)
1.2 Macam – macam Perpindahan Panas
a. Konduksi
Prosedur konduksi dapat diilustrasikan sebagai hasil interaksi yang bersifat molecular didalam suatu benda padat. Konduksi adalah perpindahan kalor yang tidak disertai dengan perpindahan partikel penghantarnya. Konduktor adalah zat yang memiliki daya hantar kalor baik. Contohnya logam. Sedangkan penghantar kalor yang tidak baik adalah isolator contohnya kayu dan karet. Karet adalah isolator yang baik. Konduksi merupakan perpindahan kalor yang tidak disertai dengan perpindahan partikel pengantarnya. Laju perpindahan kalor bergantung pada panjang, luas penampang, jenis bahan dan beda suhu. Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara isolator dan konduktor. Semikonduktor disebut juga sebagai bahan setengah penghantar listrik. Sebuah semikonduktor bersifat sebagai isolator pada temperatur yang sangat rendah, namun pada temperatur ruangan besifat sebagai konduktor. (Halliday,2007)
b. Konveksi
Konveksi adalah perpindahan kalor pada suatu zat yang disertai perpindahan partikel-partikel zat tersebut. Konveksi terjadi karena perbedaan massa jenis zat. (Halliday,2007)
c. Radiasi
Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara. Contohnya sinar matahari. (Halliday,2007)
1.3 Pengaruh Kalor terhadap perubahan wujud zat
Perubahan wujud zat yaitu perubahan termodinamika dari satu fase benda ke keadaan wujud zat yang lain. Wujud zat sendiri merupakan bentuk-bentuk berbeda yang didapatkan dari berbagai fase materi berlainan. Perubahan wujud zat dapat terjadi karena peristiwa pelepasan dan penyerapan kalor. Wujud zat merubah ketika titik tertentu tercapai oleh atam/senyawa zat tersebut yang biasanya dikuantitaskan dalam angka suhu. Semisal air untuk menjadi padat harus mencapai titik bekunya yaitu 1000 C, dan air menjadi gas harus mencapai titik didihnya yaitu 1000 C.
a. Perubahan wujud zat benda sendiri digolongkan menjadi 3 jenis

Keterangan:
· Padat ke gas disebut menyublim. Perubahan wujud zat padat menjadi gas yang menyerap kalor sedangkan perubahan gas menjadi padat melepas kalor.
· Gas ke padat disebut mengkristal.
· Gas ke cair disebut mengembun. Air yang berubah menjadi uap dapat dikembalikan menjadi wujud air.
· Cair ke gas disebut menguap, penguapan dapat dipercepat dengan Pemanasan, Memperluas permukaan zat cair, Mengalirkan udara diatas permukaan zat cair, dan Memperkecil tekanan udara diatas permukaan zat cair.
· Cair ke padat disebut membeku. Es yang telah mencair membeku lagi.
· Padat ke cair disebut mencair. Jika suatu zat padat diberikalor atau panas maka akan mencair dengan suhu tertentu. (Marthen,2010)
b. Perubahan Fisika
Perubahan fisika adalah perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat jenis baru. Peristiwa perubahan wujud zat, antara lain : menguap, mengembun, mencair, membeku, menyublim, mengkristal merupakan perubahan fisika.
Terdapat beberapa ciri- ciri pada perubahan fisika, yaitu:
1. Tidak terbentuk zat jenis baru,
2. Zat yang berubah dapat kembali ke bentuk semula,
3. Hanya diikuti perubahan sifat fisika saja.
Perubahan fisika yang lainnya adalah perubahan bentuk, perubahan ukuran, dan perubahan warna. (Marthen,2010)
c. Perubahan kimia
Perubahan kimia adalah perubahan pada zat yang menghasilkan zat jenis baru. Misalnya pada saat membakar kertas. Setelah kertas tersebut habis terbakar akan terdapat abu yang diperoleh akibat proses pembakaran. Kertas sebelum dibakar memiliki sifat yang berbeda dengan kertas sesudah dibakar.
Terdapat beberapa ciri-ciri perubahan kimia suatu zat, yaitu: terbentuk zat jenis baru, zat yang berubah tidak dapat kembali ke bentuk semula, diikuti oleh perubahan sifat kimia melalui reaksi kimia.
Sifat kimia merupakan sifat yang dihasilkan dari perubahan kimia, antara lain mudah terbakar, mudah busuk dan korosif (rusaknya logam karena pengaruh lingkungan). Selama terjadi perubahan kimia, massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi. (Marthen,201BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
1. Hari / tanggal : Selasa, 29 Desember 2020
2. Waktu : 09.00 WITA – Selesai
3. Tempat : Laboratorium Teknik Sumber Daya Lahan dan Air, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram
3.2 Alat dan Bahan
1. Gelas beker
2. Pemanas / kompor listrik
3. Termometer
4. Stopwatch
5. Neraca
6. Kaki tiga
7. Statif
8. Air
9. Minyak
3.3 Langkah kerja
1. Siapkan alat dan bahan seperti di gambar
2. Timbang berat kosong gelas beker, lalu tuang 500 ml air ke dalam gelas beker, catat suhu awal air
3. Timbang berat air dalam gelas beker
4. Nyalakan kompor listrik, atur pda mode 600 watt
5. Tuang 500 ml air ke dalm panci, lalu letakkan di atas kompor listrik
6. Ukur suhu air setiap 1 menit. Amati kenaikan suhu air hingga suhu air mencapai 90
7. Ulangi langkah 2 hingga 6 untuk volume air dan minyak masing – masing 250 ml masukkan data yang di peroleh pada tabel berikut.
BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4. 1 Hasil Pengamatan
Ø Tabel pengamatan air
| Menit | Suhu (oC) | Massa (kg) | Perubahan suhu (Δt = t – to) |
| 0 | 28 | 650 | 28-28 = 0 |
| 1 | 29 | 650 | 29-28 = 1 |
| 2 | 30 | 650 | 30-29 = 1 |
| 3 | 32 | 650 | 32-30 = 2 |
| 4 | 35 | 650 | 35-32 = 3 |
| 5 | 37 | 650 | 37-35 = 2 |
| 6 | 40 | 650 | 40-37 = 3 |
| 7 | 43 | 650 | 43-40 = 3 |
| 8 | 47 | 650 | 47-43 = 4 |
| 9 | 50 | 650 | 50-47 = 3 |
| 10 | 52 | 650 | 52-50 = 2 |
Ø Tabel pengamatan minyak
| Menit | suhu (oC) | massa (kg) | Perubahan suhu (Δt = t – to) |
| 0 | 39 | 375 | 39-39 = 0 |
| 1 | 51 | 375 | 51-39 = 11 |
| 2 | 60 | 375 | 60-51 = 9 |
| 3 | 61 | 375 | 61-61 = 1 |
| 4 | 70 | 375 | 70-61 = 9 |
| 5 | 76 | 375 | 76-70 = 6 |
| 6 | 81 | 375 | 81-76 = 4 |
| 7 | 82 | 375 | 82-81 = 1 |
| 8 | 85 | 375 | 85-82 = 3 |
| 9 | 86 | 375 | 86-85 = 1 |
| 10 | 87 | 375 | 87-86 = 1 |
Adapun perhitungan dalam praktikum ini adalah:
Ø Perhitungan perubahan suhu pada air
Berat gelas beker kosong (M0) = 160,52
Berat gelas beker isi air (M1) = 650
Berat air sesudah dipanaskan (M2) = 390
sehingga:
= m0 + (m1-m2)
= 160,52 + (650-390)
= 420,52
Ø Perhitungan perubahan suhu pada minyak
Berat gelas beker kosong (M0) = 160
Berat gelas beker isi minyak (M1) = 375
Berat minyak sesudah dipanaskan (M2) = 82
sehingga:
= m0 + (m1-m2)
= 160 + (375-82)
= 453
DAFTAR PUSTAKA
H. Hasnaini Tanamas dkk. 2000. Buku Materi Pokok Fisika I. Jakarta: Penerbit Karunia UT
Halliday and Resnick.2007. Fisika Jilid 1 (Terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Marthen Kanginan. 2010. Fisika SMP 1. Jakarta: Erlangga.
Munandar dan Nugroho TR. 2004. Panduan Belajar IPA Fisika. Yogyakarta: Lembaga Pendidikan Primagama.
Winarno Ahmad. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Fisika SMP. Jakarta.
Widagdo Mangun Wiyoto dan Harjuno. 2000. Pokok-pokok Fisika SLTP Untuk Kelas 1. Jakarta: Erlangga.

Komentar
Posting Komentar